Kamis, 09 Maret 2017

Permen Narkoba Beredar, Disdik Balikpapan Minta Seluruh Kepala Sekolah Waspada

Permen Narkoba Beredar, Disdik Balikpapan Minta Seluruh Kepala Sekolah Waspada

iklan
iklan
iklan

Baca Juga

Redaksitwo.blogspot.com

Permen Narkoba Beredar, Disdik Balikpapan Minta Seluruh Kepala Sekolah Waspada

SEBARKANBERITA


Permen Narkoba Beredar, Disdik Balikpapan Minta Seluruh Kepala Sekolah Waspada

BALIKPAPAN - Menanggapi beredarnya permen dot yang diduga mengandung zat adiktif berbahaya (narkoba) di Kota Balikpapan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Muhaimin segeramenyampaikan imbauan ke sekolah-sekolah untuk lebih waspada.

"Kami minta mereka (kepala sekolah, red) membaca kemudian mengantisipasi dengan adanya permen yang diindikasikan mengandung narkoba sudah beredar di Balikpapan," katanya, Kamis (9/3/2017).

Muhaimin juga meminta para guru menginformasikan kepada seluruh siswa dan orangtua agar menasihati anak-anaknya untuk tidak membeli jajan sembarangan yang beredar di luar sekolah.
"Kita selalu menyampaikan ke sekolah-sekolah menyediakan makan dengan kesepakatan orangtua atau paling tidak anak-anak membawa bekal makanan dari rumah, sehingga terhindar beli jajanan makanan dari luar," ujarnya.

Disdikbud berharap koperasi sekolah tidak menjual permen, sehingga sekolah mudah memblok peredarannya.

Muhaimin menyatakan telah melakukan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota melakukan pantauan makanan dan minuman yang dijual di kantin sekolah.

Kegiatan pemantauan, akan semakin digiatkan setelah ada informasi peredaran permen yang diindikasi mengandung bahan berbahaya. Banyak makanan yang dijual di luar sekolah sulit dipantau, seperti tanggal kedaluwarsa, bahan, dan isi kandungannya.

"Kami akan komunikasi kembali dengan teman-teman puskesmas untuk lebih giat menyampaikan hal tersebut agar anak tidak membeli jajanan di luar sekolah. Karena kalau di luar area sekolah kita sulit mengontrol," katanya.

Saat ini masyarakat Balikpapan digemparkan dengan beredarnya permen berbentuk botol susu bayi (dot).

Terlebih lagi, beritanya juga viral di berbagai media sosial.

Penelusuran Tribun Kaltim di lapangan, Rabu (8/3/2017), permen dengan bentuk unik ini banyak dijual di toko dan pedagang asongan yang biasa berjualan di dekat sekolah-sekolah.
Apalagi permen ini memang lagi digemari anak-anak.

Permen dengan merek Sweet Lollipop produksi Tiongkok ini di kawasan Kelurahan Gunung Bahagia, tepatnya kawasan jalan ringroad.

Di di salah satu toko Tribun bersama tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan menemukan 2 tumpukan permen dot masing-masing terdiri 15 pack permen berisi 20 pcs.

Kemasannya berbeda dengan permen pada umumnya, sehingga membuat anak-anak tertarik membeli dan mengonsumsinya.

Permen berbentuk bubuk berwarna merah muda tersebut dibungkus plastik putih. Bungkusan bubuk lalu dimasukkan dalam botol yang ditutup permen berwarna merah bentuk dot. Di bagian luar bungkusnya tertulis Sweet Lollipop berwana hijau.

Cara mengonsumsinya juga unik, yakni mencampurkan bubuk tersebut dengan air, ada pula yang mengonsumsinya sebagai topping dari permen dot berwarna merah selayaknya gula bubuk.

Tunggu Hasil Lab

Kendati Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya sudah merilis hasil uji laboratorium untuk permen dot negatif, namun Kepala BNNK Balikpapan Halomoan Tampubolong tetap meminta masyarakat waspada.

Permen yang diuji di BPOM Surabaya berbeda dengan sampel permen yang ditemukan di Balikpapan. BNNK Balikpapan juga telah mendapatkan laporan warga yang mengaku pusing , mual dan muntah setelah mengonsumsi permen tersebut.

Ditemui Tribun di ruangannya, Halomoan Tampubolon menyampaikan, saat ini segala sesuatunya harus tetap diwaspadai. Peredaran narkoba saat ini bisa tergolong sangat kreatif.

"Sudah ada hasilnya yang diuji di BPOM Surabaya dan hasilnya negatif, tapi kita tetap waspada, nggak usah jauh-jauh. Sekarang ini tembakau juga ada yang dicampur narkoba namanya tembakau gorilla, dan itu sudah dinyatakan sebagai narkoba jenis baru, " katanya.

Untuk memastikan positif atau negatifnya suatu produk mengandung narkoba, sampel produk memang harus diuji ke laboratorium.

"Yang sudah diuji jelas tuh tulisannya permen keras, sedangkan sampel kita Sweet Lollipop jadi berbeda dan harus tetap diwaspadai," katanya

Disampaikan, saat ini pihaknya telah berkomunikasi dengan laboratorium yang menguji di Surabaya. Diketahui bahwa distributor permen yang beredar di Surabaya berbeda dengan distributor permen yang beredar di Balikpapan.

Saat ini langkah antisipasi awal dari BNNK Balikpapan sebelum hasil laboratorium keluar, mengimbau kepada pedangan untuk tidak menjualnya dulu.

Masyarakat juga diimbau lebih bijak membeli dan mengonsumsi produk-produk seperti ini.

"Sebagai langkah antisipasi karena begitu viralnya makanya muncul kekhawatiran jadi sementara simpan dulu jangan gunakan dulu lebih baik beli makanan yang sudah terbiasa yang jelas nggak ada narkobanya," katanya.

Saat ini, BNNK Balikpapan tetap memonitor perkembangan kasus ini hingga ada titik terang. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, BPPOM dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan.

Ia menambahkan jika hasil laboratorium dinyatakan positif maka pihaknya akan langsung bertindak tegas.

"Kita tetap monitor terus perkembangannya kami kontak juga koordinasi juga dengan kesehatan semuanya. Saya sudah minta telepon dokternya saya juga termasuk pihak distributor di luar kota jadi tidak bisa hadir," katanya.





from Berita Terbaru http://ift.tt/2nkU6d5
via IFTTT
iklan

Related Posts

Permen Narkoba Beredar, Disdik Balikpapan Minta Seluruh Kepala Sekolah Waspada
4/ 5
Oleh