Minggu, 26 Februari 2017

Habib Rizieq Jadi Saksi di Sidang Ahok Besok, Inikah Pertanyaan Terlarang Untuknya?

Habib Rizieq Jadi Saksi di Sidang Ahok Besok, Inikah Pertanyaan Terlarang Untuknya?

iklan
iklan
iklan

Baca Juga

Redaksitwo.blogspot.com

Habib Rizieq Jadi Saksi di Sidang Ahok Besok, Inikah Pertanyaan Terlarang Untuknya?

SEBARKANBERITA


Habib Rizieq Jadi Saksi di Sidang Ahok Besok, Inikah Pertanyaan Terlarang Untuknya?

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dijadwalkan memberikan kesaksian,Selasa (28/2017), sebagai saksi ahli dalam sidang penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Jelang sidang yang ditunggu banyak pihak ini, Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) berharap Rizieq tidak dipojokkan seperti Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin dalam persidangan yang sama beberapa waktu lalu.

"Kami ingatkan semua pihak agar jangan sampai ada intimidasi, tekanan dan perlakuan yang melanggar hukum lainnya terhadap Habib Rizieq Shihab sebelum dan pada saat beliau memberikan keterangan," ujar Wakil Ketua ACTA Herdiansyah, Minggu, (26/2/2017).

Ma'ruf Amin yang hadir sebagai Ketua Umum MUI, menurutnya, sudah menjalani persidangan secara tidak patut karena dituding berpihak pada salah satu peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan menuduh Ma'ruf Amin sudah berbohong di muka persidangan.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dijadwalkan memberikan kesaksian,Selasa (28/2017), sebagai saksi ahli dalam sidang penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Jelang sidang yang ditunggu banyak pihak ini, Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) berharap Rizieq tidak dipojokkan seperti Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin dalam persidangan yang sama beberapa waktu lalu. "Kami ingatkan semua pihak agar jangan sampai ada intimidasi, tekanan dan perlakuan yang melanggar hukum lainnya terhadap Habib Rizieq Shihab sebelum dan pada saat beliau memberikan keterangan," ujar Wakil Ketua ACTA Herdiansyah, Minggu, (26/2/2017), seperti dikutip dari Tribunnews. Ma'ruf Amin yang hadir sebagai Ketua Umum MUI, menurutnya, sudah menjalani persidangan secara tidak patut karena dituding berpihak pada salah satu peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan menuduh Ma'ruf Amin sudah berbohong di muka persidangan.

"Terdakwa tidak boleh dibiarkan sengaja mengulang-ulang pertanyaan atau mengajukan pertanyaan yang tidak relevan dengan dakwaan serta ulur waktu. Majelis Hakim juga harus tegas menegur pihak yang mengeluarkan pernyataan-pernyataan tidak etis dalam persidangan," ujarnya.

ACTA adalah lembaga yang mendampingi salah satu pelapor kasus tersebut. Herdiansyah mengingatkan bahwa kehadiran seorang ahli untuk memberikan keterangan yang patut dalam persidangan sangat diperlukan, sehingga proses persidangan tersebut berlangsung sesuai aturan.

"Semua pihak sebenarnya berkepentingan agar Habib Rizieq Shihab bisa memberikan keterangan secara bebas sesuai dengan pengetahuannya sebagai ahli agama," ujarnya.

Habiburahman, angggota ACTA mengatakan, akan mengawal sidang tersebut sampai pada putusan akhir hakim dijatuhkan kepada terdakwa Ahok, Minggu (26/2/2017).


Sejumlah saksi baik ahli maupun pelapor dianggap menerima perlakuan intimidasi dari Ahok dan kuasa hukumnya. Sebut saja Pedri Kasman, Novel Bamukmin, maupun Irena Handono.

Habiburahman menambahkan, meski persidangan belum dimulai, pihaknya sudah mencium aroma intimidasi tersebut. Hal itu yakni pernyataan dari pihak Ahok yang mengaku akan membuat Rizieq Shihab kencing berdiri saat memberikan saksi.

Habiburahman, angggota ACTA mengatakan, akan mengawal sidang tersebut sampai pada putusan akhir hakim dijatuhkan kepada terdakwa Ahok, Minggu (26/2/2017).

Sejumlah saksi baik ahli maupun pelapor dianggap menerima perlakuan intimidasi dari Ahok dan kuasa hukumnya. Sebut saja Pedri Kasman, Novel Bamukmin, maupun Irena Handono.

Habiburahman menambahkan, meski persidangan belum dimulai, pihaknya sudah mencium aroma intimidasi tersebut. Hal itu yakni pernyataan dari pihak Ahok yang mengaku akan membuat Rizieq Shihab kencing berdiri saat memberikan saksi.

“Kami dengar ada selentingan yang disampaikan bahwa akan membuat Habib Rizieq kencing berdiri di persidangan dan intinya pernyataan tidak simpatik tidak baik dan tidak mencerminkan profesi advokat,” kata Habiburakhman seperti dilansir dari Republika.

Lalu pertanyaan seperti apakah yang tidak relevan untuk diajukan kepada Habib Rizieq Shihab dan bentuk kriminalisasi yang diantisipasi?

Situs web opini, seword.com, memperkirakan, pertanyaan tidak relevan yang dimaksud Advokat Cinta Tanah Air adalah seputar hubungan Rizieq dan Firza Husein.

Artikel itu menyebutkan, pertanyaan ini bisa jadi dilontarkan pengacara dari pihak terdakwa. Namun, artikel itu berpendapat seharusnya Rizieq tidak perlu keberatan menjawabnya jika tidak melakukan kegiatan berkirim pesan via WhatsApp dengan Firza Husein

Jika memang tidak melakukan kegiatan yang dituduhkan, Rizieq dapat membalikkan pertanyaan itu dan menyatakannya tidak relevan dengan persidangan.

Artikel ini juga menyebutkan, pengacara Ahok layak jika menyinggung kasus penistaan penghinaan terhadap Pancasila yang menjerat Rizieq. Jika dibandingkan dengan kasus dugaan penistaan agama yang menimpa Ahok, posisi Rizieq dalam kasus ini menjadi ironis karena ia menolak menjadikan video yang durasinya dipotong dijadikan barang bukti dalam persidangan.

Disebutkan bahwa, pelarangan terhadap pertanyaan ini adalah bentuk pengekangan bereskpresi.




from Berita Terbaru http://ift.tt/2lLTMo7
via IFTTT
iklan

Related Posts

Habib Rizieq Jadi Saksi di Sidang Ahok Besok, Inikah Pertanyaan Terlarang Untuknya?
4/ 5
Oleh